Posted in PENDIDIKAN

tujuan intruksional evaluasi pendidikan

Setiap Negara mempunyai cita-cita tentang warga negaranya akan diarahkan. Cita-cita bangsa Indonesia adalah terbentuknya manusia pancasila bagi seluruh warga negaranya. Tujuan pendidikannya telah disejajarkan dengan cita-cita tersebut. Semua institusi atau lembaga pendidikan harus mengarahkan segala kegiatan di sekolahnya bagi pencapaian tujuan itu.inilah yang dimaksud denagn tujuan umum pendidikanyang secara eksplisit tertera dalam Garis-Garis Haluan Neraga.

Semua aparatur pemerintah termasuk petugas petugas pendidikan , harus terlebih dahulu memahami makna dari rumusan tersebut dan menerjemahkannya dalam bentuk rumusan tujuan yang sesuai dangan tingkat dan jenis pendidikan yang diselenggarakan pada lembaga tersebut dan inilah yang disebut dengan tujuan instruksional.

Dengan demikian kegiatan menyusun rencana pembelajaran merupakan salah satu peranan penting guru  dalam memproses pembelajaran siswa. Dalam perspektif kebijakan pendidikan nasional yang dituangkan permendiknas RI. No. 52 tahun 2008 tentang adanya tujuan pembelajaran. Agar proses pembelajaran dapat terkonsepsikan sengan baik, maka seorang guru dituntut untuk mampu menyusun dan merumuskan tujuan pembelajaran secara jelas dan tegas. Sehingga tujuan pendidikan ataupun cita-cita bangsa Indonesia dapat teraktualisasikan.

Dari pemaparan di atas maka dalam makalah ini akan diuraikan lebih jauh tentang tujuan instruksional. Sehingga apa yang menjadi tujuan pembelajaran dan cita-cita bangsa dapat tercapai.

Rumusan Masalah 

1.      Apa manfaat tujuan instruksional dalam proses pembelajran?

2.      Sejauh mana perlunya tujuan instruksional dalam proses pembelajaran?

Tujuan

Diharapkan dengan adanya tujuan instruksional ini dapat memberikan petunjuk dan memudahkan guru untuk memilih dan menyusun bahan ajar, memudahkan dalam mengkomunikasikan maksud kegiatan belajar mengajar kepada siswa, menata urutan topik-topik, mengalokasikan waktu, petunjuk dalam memilih alat-alat bantu pengajaran dan prosedur pengajaran serta menyediakan ukuran (standar) untuk mengukur prestasi belajar siswa. Sehingga menoptimalkan kegiatan belajar mengajar (pembelajaran) terutama meningkatkan efisiensi dan keefektifan produktivitasnya. Sehingga dapat memberi kepuasan, kebanggaan serta keyakinan akan kemampuan yang dimiliki siswa.

Tujuan Instruksional (Instructional Objectives

1.      Defenisi Tujuan Instruksional

Materi suatu bidang studi tidak mungkin menjadi milik kita, tanpa dipelajari terlebih dahulu, baik dipelajari sendiri maupun diajarkan oleh guru. Proses atau kegiatan mempelajari materi ini terjadi dalam saat terjadinya situasi belajar mengajar atau pengajaran (instruksional). Dari perkatan pengajaran atau instruksional inilah maka timbul istilah tujuan instruksional merupakan bagaian dari pembelajaran, berbagai defenisi tujuan instruksional disampaikan oleh beberapa tokoh diantanya :

  • Robert F. Mager (1962), tujuan instruksional sebagai tujuan perilaku yang hendak dicapai atau yang dapat dikerjakan oleh siswa pada kondisi tingkat kompetensi tertentu,
  • Eduard L. Dejnozka dan David E. Kavel (1981), tujuan instruksional adalah suatu pernyataan yang spesifik yang dinyatakan dalam bentuk perilaku atau penampilan yang diwujudkan dalam bentuk tulisan untuk menggambarkan hasil belajar yang diharapkan. Perilaku ini dapat berupa fakta yang tersamar (covert),
  • Fred Percival dan Henry Ellington (1984), tujuan instruksional adalah suatu pernyataan yang jelas menunjukkan penampilan atauketerampilan siswa tertentu yang diharapkan dapat sicapai sebagai hasil belajar.

Dari beberapa defenisi diatas maka tujuan instruksional adalah tujuan yang menggambarkan pengethuan, kemampuan, keterampilan dan sikap yang harus dimiliki oleh siswa sebagai akibat dari hasil pengajaran yang dinyatakan dalam bentuk tingkah laku (behavior) yang dapat diamati dan diukur.

Tujuan pengajaran (Instruksional) dikelompokkan menjadi dua yaitu:

  • Tujuan Instruksional Umum (TIU), yang menggariskan hasil-hasil dianeka bidang studi yang harus dicapai oleh siswa.
  • Tujuan Instruksional Khusus (TIK).yang merupakan penjabaran TIU yang menyangkut satu pokok bahasan atau topik pelajaran tertentu sebagai tujuan pengajaran yang kongkrit dan spesifik, yang dianggap cukup berharga, wajar dan pantas yang dapat direalisasikan dan bertahan lama demi tercapainya tujuan instruksional umum. TIK dapat dibedakn menjadi dua aspek yakni:

– Aspek jenis perilaku yang dituntut oleh siswa.

– Aspek isi yakni aspek terhadap hal yang harus dilakukan.

1.      Manfaat Tujuan Instruksional

Dalam pembaharuan system pendidikan yang berlaku di Indonesia sekarang ini, setiap guru dituntut untuk mengetahui tujuan pembelajaran dari kegiatannya mengajar dengan titik tolak kebutuhan siswa. Oleh karena itu dalam merancang system belajar yang akan dilakukannya, langkah pertama yang ia lakukan adalah membuat tujuan instruksional. Adapun manfaat tujuan instruksional adalah:

  • Guru mempunyai arah untuk memilih bahan pelajaran dan memilih prosedur (metode) mangajar,
  • Siswa mengetahui arah belajarnya,
  • Setiap guru mengetahui batas-batas tugas dan wewenang mengajarkan suatu bahan sehingga diperkecil kemungkinan timbulnya celah (gap) atau saling menutup (overlap)antar guru,
  • Guru mempunyai patokan dalam mengadakan penilaian kemajuan belajar siswa,
  • Guru sebagai pelaksana dan petugas-petugas pemegang kebijaksanaan (decision maker)mempunyai criteria untuk mengevaluasi kualitas maupun efiensi pengajaran.

Merumuskan Tujuan Instruksional

Telah disebutkan bahwa tujuan instruksional adalah tujuan yang menyatakan adanya sesuatu yang dapat dikerjakan atau dilakukan oleh siswa setelah pengajaran, siswa tidak mempunyai kemampuan untuk mengerjakan ataupun melakukannya.

Contoh:

Sebelum ada pengajaran, siswa belum bisa menyelesaikan proses perhitungan, sesudah dilakukan pengajaran maka siswa dapat menyelesaikan soal-soal perhitungan.

Dalam merumuskan tujuan instruksional ada beberapa syarat yang harus diperhatikan:

  1. Harus berpusat pada perubahan tingkah laku peserta didik,
  2. harus berisikan tingkah laku operasional,
  3. harus berisikan makna dari pokok bahasan yang diajarkan pada saat itu.

Langkah-Langkah dalam Merumuskan Tujuan Instruksional Khusus

Ada tiga pokok yang harus dipahami oleh guru dalam merumuskan tujuan pengajaran, yaitu:

  1. Memprelajari kurikulum.
  2. Memahami tipe-tipe hasil belajar
  3. Memahami cara merumuskan tujuan pengajaran sehingga isi tujuan tersebutmenjadi jelas dan dapat dicapai oleh pelajar setelah menerima pengajaran tersebut.

Adapun beberapa langkah untuk merumuskan tujuan instructional khusus:

  1. Membuat sejumlah TIU (Tujuan Instruktional Umum) untuk setiap mata pelajaran/bidang studi yang akan diajarkan. Dalam merumuskan TIU digunakan kata kerja yang sifatnya masih umum dan tidak dapat di ukur karena perubahan tingkah laku masih terjadi di dalam diri manusia (intern).
  2. Dari masing-masing TIU dijabarkan menjadi sejumlah TIK yang rumusannya jelas, khusus, dapat diamati, terukur, dan menunjukkan perubahan tingkah laku. Rumusan TIK yang lengkap memuat tiga komponon, yaitu:

a)      Tingkah laku akhir (terminal behavior)

Tingkah laku akhir adalah tingkah laku yang diharapkan setelah seseorang mengalami proses belajar. Contoh:

–  Menceritakan kembali uraian guru

–  Menjelaskan kembali hasil bacaan dengan kalimat sendiri, dan lain-lain.

b)     Kondisi demonstrasi (condition of demonstration or testi)

Kondisi demonstrasi adalah komponen TIK yang menyatakan suatu kondisi atau situasi yang dikenakan kepada siswa pada saat ia mendemonstrasikan tingkah laku akhir, misalnya:

–  Dengan penulisan yang betul

–  Urut dari yang paling tinggi

–  Dengan bahasa sendiri

c)      Standar keberhasilan (standard of performance).

Standar keberhasilan adalah komponen TIK yang menunujkkan seberapa jauh tingkat keberhasilan yang dituntut oleh penilai bagi tingkah laku pelajar pada situasi akhir. Tinggkat keberhasilan dapat dinyatakan dalam jumlah maupun persentase misalnya:

–  Dengan 75% betul

–  Sekurang-kurangnya 5 dari 10

–  Tanpa kesalahan

Kata-Kata Operasional

1.      Kognitif

  • Pengetahuan (knowledge). Kata-kata instruksional yang sering digunakan: menyebutkan, mengidentifikasikan, menjodohkan, menyatakan, menunjukkan, memilih, menggarisbawahi, dan mendefinisikan.
  • Pemahaman (comprehension). Kata-kata instruksional yang sering digunakan: menerangkan, menjelaskan, menguraikan, merumuskan, meramalkan, memperkirakan, mengubah, merangkum, meringkas, mengembangkan, dan menggantikan.
  • Penerapan (aplikasi). Kata-kata instruksional yang sering digunakan: menghitung, menemukan, menyediakan, menghasilkan, melengkapi, dan menyesuaikan.
  • Analisis. Kata-kata instruksional yang sering digunakan: membagi, memisahkan, menunjukkan, hungan antara, dan menerima.
  • Sistesis. Kata-kata instruksional yang sering digunakan: mengkombinasikan, mengatur, menciptakan, merangkaikan, membuatkan, mengarang, menyusun kembali, menggabungkan, dan menghubungkan.
  • Kata-kata instruksional yang sering digunakan: membahas, menilai, membedakan, menolak, mendukung, menaksir, memperbandingkan, memberikan alas an, menyimpulkan, membuktikan dan memilih antara.

2.      Afektif

  • penerimaan. Kata-kata instruksional yang sering digunakan: menyatakan, menjawab, memberi, melanjutkan, mengikuti, dan menanyakan.
  • Partisipasi. Kata-kata instruksional yang sering digunakan: menolong, membantu, menyambut, menawarkan diri, melaporkan, menyelesaikan, membawakan, menyumbangkan, menampilkan, dan mendatangi.
  • Penentuan sikap. Kata-kata instruksional yang sering digunakan: ikut serta melaksanakan, mengusulkan, membenarkan, mengambil prakarsa, membuka, mengajak, menyatakan pendapat, mengundang, dan menetukan.
  • Organisasi. Kata-kata instruksional yang sering digunakan: mengatur, melengkapi, menyusun, menyamakan, menginterpretasikan, menyempurnakan, menghubungkan, merumuskan, dan mengubah.
  • Pembentukan. Kata-kata instruksional yang sering digunakan: mempertimbangkan, memperlihatkan, melayani, menyatakan, mempraktekkan, dan mempersoalkan.

3.      Psikomotorik

  • persepsi. Kata-kata instruksional yang sering digunakan: menyisihkan, mempersiapkan, dan mengamati.
  • Kesiapan. Kata-kata instruksional yang sering digunakan: mangamati, memprakarsai, menaggapi, memulai, mempertunjukkan, dan bereaksi.
  • Gerakan terbimbing. Kata-kata instruksional yang sering digunakan:mengerjakan, mencoba,memasang, mengikuti, membuat, dan memperbaiki.
  • Gerakan kompleks. Kata-kata instruksional yang sering digunakan: membangun, melaksanakan, menggunakan, manangani, menyusun, dan memperbaiki.
  • Gerakan terbiasa. Kata-kata instruksional yang sering digunakan: membangun, melaksanakan, menggunakan secara unik,dan melakukan.
  • penyesuaian pola gerak Kata-kata instruksional yang sering digunakan: mengatur kembali, mengubah, membuat variasi, dan mengadaptasikan.
  • Kreativitas. Kata-kata instruksional yang sering digunakan: mendesain, merencanakan, dan merancang.

KESIMPULAN

Bekerja tanpa  diketahui arahnya sama halnya dengan berlayar tanpa diketahui arah tujuannya. berdasarkan pembahasan pada makalah ini, maka  dapat disimpulkan bahwa tujuan instruksional merupakan bagian dari pembelajaran yang bertujuan untuk:

  1. Guru mempunyai arah untuk memilih bahan pelajaran dan memilih prosedur (metode) mangajar.
  2. Siswa mengetahui arah belajarnya,
  3. Setiap guru mengetahui batas-batas tugas dan wewenang mengajarkan suatu bahan sehingga diperkecil kemungkinan timbulnya celah (gap) atau saling menutup (overlap)antar guru, Guru mempunyai patokan dalam mengadakan penilaian kemajuan belajar siswa, Guru sebagai pelaksana dan petugas-petugas pemegang kebijaksanaan (decision maker) mempunyai criteria untuk mengevaluasi kualitas maupun efiensi pengajaran

SARAN

Sebaiknya setiap guru harus mempunyai dan membuat tujuan serta sasaran pembelajaran dengan memperhatikan syarat  dan pokok-pokok yang harus dipahami sehingga proses pengajaran dapat terarah ketujuan yang ingin dicapai.[Ai]

Kata Kunci :

Tujuan intruksional(evaluasi)

 

sumber : http://www.artikelind.com/2011/06/tujuan-instruksional-evaluasi-pendidikan.html

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s